Studi Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep Dokter
Abstrak - Penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan beragam
masalah dan merupakan ancaman global bagi kesehatan terutama dalam hal
resistensi antibiotik. Selain berdampak pada morbiditas dan mortalitas, juga
memberi dampak negatif terhadap ekonomi dan sosial yang sangat tinggi. Tujuan
penelitian ini untuk menengetahui penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di
Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat. Penelitian ini bersifat non
eksperimental dengan pengambilan sampel secara purposive menggunakan quota
sampling. Data yang dianalisis meliputi tingkat kesadaran terhadap penggunaan
antibiotik dan perilaku yang mempengaruhi penggunaan antibiotik tanpa resep
dokter. Dari hasil penelitian didapatkan semua pasien (108 pasien) cenderung
pernah menggunakan antibiotik tanpa resep dokter dan tingkat kesadaran pasien
masih rendah. Perilaku pasien terkait penggunaan antibiotik tanpa resep dokter:
Antibiotik yang paling sering dibeli dalam pelayanan tanpa resep dokter adalah
Amoxicillin, jenis penyakit yang mayoritas diobati pasien dengan antibiotik
adalah gejala flu, alasan pasien dalam menggunakan antibiotik tanpa resep adalah
karena penggunaan antibiotik terdahulu memberikan hasil yang baik. Sedangkan
ditinjau dari segi biaya 55.56% pasien (60 pasien) menjawab uang bukan masalah
namun 44.44% (48 pasien) menjawab karena masalah keuangan. Dari 60 pasien
yang menjawab uang bukan masalah, 73.33% (44 pasien) diantaranya menjawab
pengobatan terdahulu memberikan hasil yang baik sehingga bila digunakan untuk
penyakit yang serupa hasilnya sama.
Klik dibawah ini untuk mendownload
Label: antibiotik, bahaya antibiotika, Dokter, ketepatan dosis antibiotika, obat antibiotika, resostensi antibiotika
