Evaluasi rasionalisasi penggunaan antibiotika
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan jumlah dan pola penggunaan antibiotik pada pasien rawat
inap di salah satu rumah sakit swasta di Bandung. Data penggunaan antibiotik diperoleh dari instalasi
farmasi pada Februari–September 2011. Data diolah dengan metode ATC/DDD dan DU90%. Terdapat
390,98 DDD/100 hari rawat dan 381,34 DDD/100 hari rawat pada total penggunaan antibiotik tahun
2009 dan 2010. Sebanyak 39 jenis antibiotik dikonsumsi pada tahun 2009 dan terdapat 11 jenis antibio-
tik yang masuk segmen 90% penggunaan (seftriakson, amoksisilin, sefotaksim, siprofloksasin, levoflok-
sasin, metronidazol, sefiksim, doksisiklin, tiamfenikol, sefodoksim, sefaleksin). Tahun 2010 terdapat 44
jenis antibiotik yang dikonsumsi, 18 jenis antibiotik yang masuk segmen 90% penggunaan (seftriakson,
siprofloksasin, amoksisilin, sefiksim, levofloksasin, sefadroksil, sefotaksim, metronidazol, tiamfenikol,
doksisiklin, klindamisin, kloramfenikol, amikasin, sulbaktam, gentamisin, streptomisin, sefoperazon,
kanamisin). Terdapat penurunan penggunaan antibiotik yang diikuti penurunan jumlah hari rawat pada
tahun 2009–2010, tetapi jenis dan jumlah antibiotik yang masuk ke dalam segmen 90% penggunaan
meningkat.
Baca selengkapnya »inap di salah satu rumah sakit swasta di Bandung. Data penggunaan antibiotik diperoleh dari instalasi
farmasi pada Februari–September 2011. Data diolah dengan metode ATC/DDD dan DU90%. Terdapat
390,98 DDD/100 hari rawat dan 381,34 DDD/100 hari rawat pada total penggunaan antibiotik tahun
2009 dan 2010. Sebanyak 39 jenis antibiotik dikonsumsi pada tahun 2009 dan terdapat 11 jenis antibio-
tik yang masuk segmen 90% penggunaan (seftriakson, amoksisilin, sefotaksim, siprofloksasin, levoflok-
sasin, metronidazol, sefiksim, doksisiklin, tiamfenikol, sefodoksim, sefaleksin). Tahun 2010 terdapat 44
jenis antibiotik yang dikonsumsi, 18 jenis antibiotik yang masuk segmen 90% penggunaan (seftriakson,
siprofloksasin, amoksisilin, sefiksim, levofloksasin, sefadroksil, sefotaksim, metronidazol, tiamfenikol,
doksisiklin, klindamisin, kloramfenikol, amikasin, sulbaktam, gentamisin, streptomisin, sefoperazon,
kanamisin). Terdapat penurunan penggunaan antibiotik yang diikuti penurunan jumlah hari rawat pada
tahun 2009–2010, tetapi jenis dan jumlah antibiotik yang masuk ke dalam segmen 90% penggunaan
meningkat.
Label: Antibiotika, bakteriostatik, bakterisida, evaluasi, Rasionalisasi
